aa
Pertemuan Andre Pranata dengan menejamen PT PLN (Persero) Area Berau (foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-PT PLN (Persero) Area Berau memperkirakan pemasangan jaringan lisrik ke calon pelanggaran dipemukiman penduduk Kampung Tebol, Desa Sei Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, diupayakan terlaksana di tahun 2020.

“Kita upayakan pemasangan jaringan listrik Kampung Tebol lewat pengusulan rebudgeting PT PLN Cabang Berau Tahun 2020,” kata Manager Jaringan PLN Berau, Putra dalam pertemuan dengan  anggota DPRD Nunukan Andre Pranata (perwakilan warga) dengan tim  PT PLN Berau yang diwakili Manager Jaringan PLN Berau, Supervisor Perencanaan PLN Berau dan Kepala PLN Nunukan, Kamis (23/1/2020)

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat PT PLN Berau sebagai tindak lanjut permintaan pemasangan listrik masyarakat Kampung Tebol yang tertuang dalam proposal bersama warga.

Andre selaku perwakilan warga Sebatik meminta pemasangan lsitrik bisa dikabulkan, karena segala syarat dan permintaan PT PLN baik perbaikan jalan ataupun surat kesepakatan tidak meminta pergatian lahan dan pohon telah dipenuhi.

“Selanjutnya tugas PLN memenuhi permintaan kami, saya bersama warga sudah memenuhi syarat yang diminta PLN, “ ujarnya.

Dalam pertemuan itu, kata Andre, manager jaringan PT PLN Berau menjelaskan bahwa infrastuktur Sutet di Kaltara diproyeksikan akan rampung tahun 2020. Hasil dari pekerjaan tersebut sangat menentukan untuk ketersediaan listrik.

Terbangunnya infrastuktur Sutet di Kaltara dieprkirakan akan mampu mensuplay jaringan di wilayah Lumbis, Lumbis Ogong, Sembakung, Sembakung Atulai, Tulin Onsoi, Sebuku dan Seimanggaris.

“Kita menunggu hasil insfrastrukru Sulet itu, kiranya pemasangan jaringan bisa menjelajah sampai Sebatik,” sebutnya.

Sebagai informasi, pekerjaan Pembangkit Listrik Migro Gas (PLTM) Mansapa, Kecamatan Nunukan, berkekuatan 10 MW diperkirakan beropeasi awal tahun 2021 dan PLMG Seimanggaris akan dimulai pekerjaannya fisiknya awal tahun 2020.

Pembangunan PLTM Mansapa dipastikan menjadikan Nunukan surplus listri, karena kebutuhan listrik di Kabupaten Nunukan saat ini hanya 12 MW dengan daya suplay yang mampu disediakan PLN Nunukan sebesar 13.5 MW.

Hasil pertemaun kami menyimpulkan, infrastruktur jalan dan infrastuktur listrik adalah hal yang sejalan, dikala jalan pemukiman bagus bisa dilewati mobil crane, maka seyogyanya tiang lsitrik bisa terpasang,” jelas Andre. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *