Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltara Agust Suwandy. (istimewa)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara, melaporkan penambahan 1 kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Pasien positif itu warga Balikpapan, Kalimantan Timur yang sedang melakukan perjalanan ke  Nunukan, Kalimantan Utara.

“Hari ini kita menerima notifikasi konfirmasi sample PCR kasus positif dari Nunukan,” kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy, Selasa (16/6).

Agust menerangkan, pasien ini berinial HTT, seorang perempuan usia 49 tahun. Berdasarkan informasi dari Kabupaten Nunukan, kasus konfirmasi positif tersebut, merupakan pelaku perjalanan dari Balikpapan, Kalimantan Timur, yang masuk ke wilayah Nunukan.

Diterangkam Agust, tim gugus tugas Covid-19 Nunukan masih melakukan penelusuran atau tracing kontak terhadap pelaku. Sebab berdasarkan data, pasien Covid-19 HTT diketahui masuk ke Nunukan sejak tanggal 22 Mei 2020.

“Kasus positif Nunukan bertambah 1 orang total jadi 44 orang. Pasien yang sembuh 34 orang, sisa pasien dalam perawatan 10 orang,” ujar Agust.

Hingga saat ini di Kaltara, jumlah kasus konfirmasi positif sebanyak 171 orang, kasus posiitf sembuh 137, kasus konfirmasi meninggal 2 orang, sedangkan pasien positif masih menjalani perawatan sebanyak 32 orang.

Disampaikan Agust pula, laboratorium PCR RSUD Tarakan telah dilakukan uji fungsi dan orientasi, kepada petugas labotorium sebagai operator yang didatangkan Pemprov Kaltara. Namun demikian, untuk kesiapan sarana dari ruangan, masih perlu pembenahan.

“Laboratorium PCR RSUD Tarakan masih perlu waktu beberapa hari memulai running pemeriksaan sampel swab,” terang Agust.

Keberadaan laboratorium pemeriksaan PCR di Tarakan, diharapkan dapat memangkas waktu untuk mendapatkan hasil pemeriksaan. Sebab selama ini, sampel-sampel harus dikirimkan ke BBLK Surabaya dan Litbangkes di Jakarta.

Selain itu, Pemprov Kaltara juga telah memfasilitasi pemeriksaan rapid test secara gratis, kepada pelajar dan mahasiswa Kaltara, yang akan kembali melanjutkan di tempat perkuliahan. Biaya pemeriksaan gratis ini berlaku pula terhadap masyarakat kategori kurang mampu.

“Rapid test gratis tentu ada persyaratan yang ditetapkan oleh penyelenggara. Syarat itu harus dipenuhi masyarakat,” terangnya. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *