aa
Kepala Bandara APT Pranoto Dodi Dharma Cahyadi (kanan) saat memberikan penjelasan kepada wartawan, Senin (16/12). (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Warga Samarinda, dan juga kabupaten dan kota sekitarnya, patut berbangga. Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, resmi menyandang predikat Bandara Kelas I, Kamis (26/12). Kenaikan kelas itu, ditandai terbitnya Permenhub No 56 Tahun 2019.

Padahal, Bandara APT Pranoto yang berlokasi di utara kota Samarinda di poros jalan dari kota Samarinda-Bontang itu, baru diresmikan Presiden Joko Widodo, pada 25 Oktober 2018 lalu. Dengan begitu, status bandara naik kelas hanya dalam 14 bulan.

Proses yang dijalankan tim UPBU APT Pranoto, memang tidak mudah. Satu demi satu, perlahan kekurangan dibenahi. Baik itu kelengkapan sisi udara, maupun sisi darat yakni di bangunan terminal.

Hasilnya, bandara itu kini memiliki 48 penerbangan dari dan menuju Samarinda. Baik itu rute Jakarta, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, dan wilayah lain di Kalimantan Timur. Sehingga, trafik penumpang mencapai rata-rata 4.000-4.500 penumpang per hari.

Adapun sederetan maskapai penerbangan nasional yang membuka rute di Samarinda seperti Garuda Indonesia, Citilink, NAM Air, Batik Air, Lion Air, Wings Air, Xpress Air serta Susi Air.

“Kenaikan kelas ini melalui rangkaian kajian, dan penilaian dari kriteria yang ditentukan Kemenhub, dan juga dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara,” kata Kepala Seksi Pelayanan dan Operasi Bandara APT Pranoto Samarinda, Rora Ardian, Jumat (27/12)

aa
Suasana pintu masuk terminal keberangkatan di Bandara APT Pranoto Samarinda. (Foto : Niaga Asia)

Meski begitu, Rora memastikan kenaikan kelas menjadi kelas I itu, tidak menyurutkan semangat segenap jajaran Bandara APT Pranoto, menjadi lebih baik dari saat ini.

“Ini menjadi motivasi kami, untuk lebih memacu kinerja, dan profesionalisme melayani pengguna jasa penerbangan di Bandara APT Pranoto,” ujar Rora.

Bagi masyarakat pengguna jasa penerbangan di Bandara APT Pranoto, kenaikan kelas itu patut diapresiasi, dan wajar mengingat keberadaan bandara sangat membantu masyarakat tidak hanya Samarinda, melainkan juga asal Bontang hingga Sangatta di Kutai Timur.

Namun demikian, tidak kalah penting, adalah upaya pemerintah, menyediakan akses jalan terbaik menuju bandara, yang tidak jarang dihantui banjir.

“Apalagi, kalau sudah ada kelengkapan sisi udara ya. Yang saya baca di media kan, sedang pemasangan lampu runway, dan nanti juga ILS (Instrument Landing System). Kalau itu sudah ada semua, bisa direalisasikan untuk penerbangan malam, dan juga penumpang tidak perlu sering divert ke Balikpapan kalau lagi cuaca nggak bagus di bandara,” kata Ahmad (39), karyawan perusahaan swasta di Samarinda.

Kepala Bandara APT Pranoto Samarinda Dodi Dharma Cahyadi pun merespons. Menurut dia, progres pemasangan AFL (Air Field Lighting) mencapai 95 persen. Untuk diketahui, kontrak pekerjaan pemasangan AFL adalah sampai 31 Desember 2019. “Semua sudah terpasang, dan nanti akan dilakukan setting terlebih dulu,” demikian Dodi. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *