Guru di Desa-Desa pinggiran Sungai Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan naik perahu ke sekolah (foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Sungai masih jadi prasaran perhubungan utamal bagi sejumlah desa di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Para penduduk menjadikan perahu dan speedboat sebagai sarana perjalanan menuju desa-desa, termasuk untuk anak-anak mereka pergi ke sekolah.

Dari itu sejumlah guru di sekolah-sekolah di tepian sungai meminta Pemerintah Nunukan membantu pengadaan perahu untuk sarana transportasi antar jemput bagi muridnya dari dan ke sekolah.

Menanggapi itu, Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Nunukan H. Junaidi pada Niaga.Asia, Jum’at (24/07/2020) merespon positif usulan para guru dan orangtua murid tersebut.

“Kalau didaratan ada angkutan sekolah bus, wajarlah sekolah pinggiran sungai dibantu pengadaan perahu,” ujarnya.

Di Kecamatan Sembakung sendiri terdapat  5 desa yang berada pinggiran sungai. Sebagai contoh, anak-anak di Desa Labion yang bersekolah SDN  Desa Tepian setiap harinya naik perahu untuk pergi menuju sekolah, begitu pula untuk warga di Desa Plaju dan Desa Lubakan.

Desa – desa dipinggiran sungai Sembakung tidak memiliki transportasi darat menuju Desa Atap yang berada di pusat Kecamatan, warga disana lebih sering berbelanja kebutuhan rumah tangga ke kota Tarakan ketimbang ke Kabupaten Nunukan.

“Dari Desa Atap menuju Desa Tepian sekitar 8 jam perjalanan naik perahu. Desa Tepian ini lebih dekat ke Kota Tarakan,” kata Junaidi.

Usulan pengadaan perahu operasional di sekolah-sekolah, kata Junaidi, muncul dalam pertemuan Disdikbud Nunukan bersama guru-guru sekolah di Kecamatan Sembakung disela-sela membahas pelaksanaan pendidikan Belajar di Rumah (BDR) dimasa wabah pendemi Covid-19.

Para guru meminta pemerintah daerah memperhatikan aspirasi mereka, transportasi perahu  tidak hanya bermanfaat mempermudah guru dalam memberikan pelayanan pendidikan, tapi sangat diperlukan bagi anak-anak didik yang domisilinya jauh dari sekolah.

“Pengadaan perahu untuk satu sekolah cukup 1 unit lengkap dengan mesinnya, perahu nanti digunakan untuk semua sekolah dipinggiran sungai mengangkut pelajar dan guru,” sebutnya.

Menurut Junaidi, tidak hanya memudahkan pelayanan pendidikan, perahu dapat berguna untuk guru menghadiri undangan rapat koordinasi di pusat kecamatan, setidaknya mereka tidak lagi sewa speedboat atau perahu katingging dengan biaya cukup besar.

Seperti kejadian beberapa hari lalu, Disdikbud Nunukan mengundang perwakilan guru sekolah untuk hadir di pusat Kecamatan Sembakung, beberapa guru kesulitan dan sedikit terlambat karena harus menunggu transportasi sungai.

“Insaallah kalau memungkinkan dan disetujui, pengadaan perahu untuk sekolah dipinggiran sungai Sembakung kita usulkan di APBD 2021,” tambahnya. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *