Kelompok masyarakat dari GMSSSKM ikut membantu menurunkan APK Caleg di Samarinda, Minggu (14/4) dini hari tadi. (Foto : istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Terhitung hari ini, memasuki masa tenang Pemilu serentak 17 April. Di kabupaten dan kota, masih banyak alat peraga kampanye (APK) terpasang di berbagai sudut kawasan. Jadi, 3 hari jelang pemungutan, belum benar-benar bersih dari APK.

“Iya, tim masih ada aktivitas pembersihan APK, karena belum benae-benar bersih. Seperti di Samarinda, Balikpapan, Kukar terutama kawasan jauh. Di Berau juga,” kata Ketua Bawaslu Kalimantan Timur, Saiful Bahtiar, dikonfirmasi Minggu (14/4) sore.

Mengetahui banyaknya APK yang harus ditertibkan dengan cara dibongkar dan diturunkan paksa, tim penertiban sedikit kewalahan. “Kami agak pesimis di beberapa tempat tidak habis malam ini, karena banyak sekali,” ujar dia.

“Sebenarnya, daerah lain di Kaltim, juga belum benar-benar bersih. Yang terkonsentrasi sekarang ini di Samarindaz Balikpapan, Bontang, masih agak mencolok. Tim masih berusaha membersihkan,” tambah Saiful.

Bawaslu sendiri, lanjut Saiful, sudah mewanti-wanti jauh hari bagi tim calon legislatif maupun tim pemenangan Capres dan Cawapres, menurunkan sendiri APK mereka. “Sudah kita ingatkan jauh hari, pemasangan APK sesuai masa kampanye,” sebut Saiful.

“Faktanya memang masih banyak. Iya, kesannya tidak bertanggungjawab, cuma masang saja. Mungkin sanksinya tidak begitu tegas dalam aturannya. Kalau kami, maunya aturan tegas. Sepertii, kalau tidak dilepas, bisa didiskualifikasi. Jadi, benar-benar ada rasa tanggungjawab,” ungkap Saiful.

Sanksi tidak begitu tegas yang dimaksud Saiful, adalah penurunan paksa APK oleh petugas. “Tapi, kalau ada yang kedapatan baru memasang APK di masa tenang ini di luar jadwal kampanye, bisa disanksi pidana Pemilu. Sementara ini, APK yang kita sita dari kabupaten dan kota, nilainya bisa mencapai miliaran,” demikian Saiful. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *