Salah satu tokoh masyarakat membubuhkan tanda tangan kampanye Pemilu Damai, di Samarinda, Kamis (11/4) malam (foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Enam tokoh lintas agama, tokoh masyarakat dan pengurus parpol, ramai-ramai menandatangani deklarasi Pemilu Damai, Kamis (11/4) malam. Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengapresiasi deklarasi damai itu.

Deklarasi Pemilu Damai yang digagas Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Priyo Widyanto itu, digelar di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda. Keenam tokoh lintas agama itu berasal dari agama Islam, Budha, Hindu, Protestan, Katolik dan Konghucu.

“Persiapan jelang Pemilu, Kaltim masih posisi aman dan damai. Masih zona hijau,” kata Isran, di hadapan tamu undangan yang hadir.

Isran yang baru saja menjalankan ibadah umrah itu, menilai deklarasi itu semakin menunjukkan Kaltim benar-benar kondusif. “Posisi aman itu diperkuat lagi dengan doa-doa tokoh agama. Itu kunci keberhasilan Pemilu di Kaltim,” ujar Isran.

Namun demikian, Isran meminta KPU sebagai penyelenggara Pemilu, bisa membereskan kekurangan surat suara di Kaltim sesegera mungkin. “Kurang lebih 1 persen kelengkapan surat suara, belum selesai di Kaltim. Mudah-mudahan bisa segera diselesaikan,” tambah Isran.

Masih menurut Isran, pemilihan Gubernur Kaltim 20 Juni 2018 lalu yang berjalan kondusif, jadi salah satu cerminan Pemilu berjalan aman dan lancar. “20 Juni, Pemilihan Gubernyr masuk penyelenggaraan papan atas. Ini menunjukkan kematangan, dan kedewasaan berpolitik masyarakat Kalimantan Timur,” terang Isran.

Sementara, Pangdam VI Mulawarman Mayjend TNI Subiyanto menggarisbawahi, deklarasi Pemilu damai, hendaknya terus diimplementasikan mendekati Pemilu dan pasca Pemilu.

“Mudah-mudahan, bukan cuma kegiatan seremonial saja,” kata Subiyanto. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *