Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalimantan Timur Andi M Ishak (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Kalimantan Timur kembali mencatatkan penambahan tertinggi harian 116 kasus positif Covid-19 baru, dimana 4 diantaranya ada di kabupaten Mahakam Ulu. Angka kematian juga bertambah 4 kasus baru menjadi 93 kasus. Satu di Samarinda, tidak dimakamkan sesuai protokol Covid-19.

Satgas Covid-19 Provinsi Kalimantan Timur melaporkan, tambahan 406 kasus suspek, menjadikan total kasus suspek menjadi 14.972 kasus, yang diperiksa di laboratorium Covid-19.

“Ada penambahan 116 kasus terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga total kasus menjadi 2.485 kasus di Kalimantan Timur hari ini. Dan, yang masih menunggu pemeriksaan swab ada 2.264 kasus,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalimantan Timur Andi M Ishak, saat telekonferensi Senin (17/8).

Andi menjelaskan, 116 kasus itu tersebar di Balikpapan 35 kasus, Kutai Barat 1 kasus, Berau 4 kasus, Kutai Timur 9 kasus, Kutai Kartanegara 11 kasus, Bontang 21 kasus, kota Samarinda 31 kasus.

“Di Mahakam Ulu juga dilaporkan ada penambahan 4 kasus, berkode pasien MHU2 sampai dengan MHU5,” ujar Andi.

“Kasus meninggal dunia, dilaporkan 3 kasus dari Kutai Kartanegara berkode pasien KKR328, KKR338, dan KKR151. Di Samarinda, adalah pasien SMD397 yang meninggal 11 Agustus, pemakaman tidak sesuai protokol Covid-19,” tambah Andi.

Info grafis kasus Covid-19 di Kalimantan Timur per hari Senin (17/8). (Sumber : Dinkes Kaltim)

Masih diterangkan Andi, kasus sembuh dari Covid-19 hari ini ada 66 kasus baru. Rinciannya, Berau 1 kasus, Kutai Barat 1 kasus, Kutai Kartanegara 19 kasus, Paser 2 kasus, Penajam Paser Utara (PPU) 8 kasus, Balikpapan 23 kasus, dan Samarinda 8 kasus.

Dengan demikian, dari total 2.485 kasus positif, 1.610 diantaranya sembuh dari Covid-19. “Sedangkan kasus meninggal ada 93 orang, dan yang masih menjalani perawatan ada 782 kasus,” terang Andi.

“Peningkatan kasus yang terjadi, adalah hasil dari upaya peningkatan pemeriksaan oleh tim kabupaten dan kota, bagaimana agar bisa menemukan kasus sebanyak mungkin. Semakin cepat menemukan kasus, semakin cepat juga dilakukan isolasi dan banyak orang terhindar dari penularan,” demikian Andi.

Dari catatan Niaga Asia, pasien meninggal di Samarinda dengan kode pasien SMD397 adalah pasien keempat yang tidak dimakamkan sesuai protokol. Kejadian pertama, dalam perawatan salah satu RS. Kedua, pasien berkode SMD388. Ketiga adalah SMD436, dan terbaru SMD397. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *