Viral, Pengeroyok Rio di KM 31 Loa Janan Ketakutan Dicari-cari Warga dan Polisi

Tersangka Safar (paling kiri) bersama tiga temannya ditetapkan tersangka kasus pengeroyokan dan penganiayaan. Keempatnya diperlihatkan saat konferensi pers di Polsek Loa Janan, Sabtu 15 Juli 2023 (niaga.asia/Saud Rosadi)

LOA JANAN.NIAGA.ASIA — Empat pengeroyok Rio Trisna Ramadhani, 28 tahun, di KM 31 Loa Janan dekat Pos Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Loa Janan, hingga koma sudah diamankan polisi. Di antaranya mengaku tahu peristiwa itu viral, merasa ketakutan dicari-cari orang dan juga kepolisian.

Safar, 21 tahun, misalnya. Dia ikut emosi menganiaya setelah korban yang sedang mengendarai truknya, menurutnya menghalang-halangi dia bersama tiga temannya di jalan poros dari Tahu Sumedang menuju Samarinda.

“Saya kurang tahu persis kronologinya bagaimana. Cuma satu teman katanya sih diserempet mobil itu. Saya cuma nendang bagian kaki saja sekali, lalu disuruh lari. Itu pun saya tendang tidak terlalu keras. Saya cuma emosi, lihat sopirnya begitu. Tidak kasih jalan, seperti menghalang-halangi gitu,” kata Safar, ditemui di Polsek Loa Janan, Sabtu 15 Juli 2023.

Safar bersama tiga temannya menggunakan masing-masing motor, sempat mengejar truk yang dikemudikan korban Rio.

Baca jugaKapolres Kukar Ogah Komentar Pos Polisi Tahura Kosong Saat Rio Dihajar Anak Motor

“Sempat kami coba hentikan tapi lolos. Sampai korban akhirnya berhenti di dekat pos (Pos Polisi Tahura),” ujar Safar.

Safar melihat korban terkapar di jalan, di samping truknya. Dia mengaku tidak tahu persis yang dilakukan temannya hingga darah mengucur deras dari kepala korban.

“Waktu saya datang belum ada darahnya. Cuma saya lihat memang korban sudah terkapar,” Safar menambahkan.

Usai kejadian itu, Safar sempat pulang ke rumah keluarganya di kawasan Sungai Keledang, Samarinda Seberang, hingga akhirnya dia kabur ke rumah keluarganya yang lain di dekat Muara Badak, Kutai Kartanegara.

Baca jugaIni Peran 4 Tersangka Pengeroyok Rio di KM 31 Loa Janan Sampai Koma di RS

Peristiwa itu dengan cepat menjadi viral di media sosial, di antaranya akun Instagram dan Facebook komunitas di Samarinda. Safar pun ketakutan, karena merasa dicari-cari warga, dan juga kepolisian.

“Saya tahu itu viral. Iya, saya was-was, takut. Saya juga kaget korban sampai koma,” sebut Safar.

“Selama saya tempat keluarga saya (di dekat Muara Badak), pikiran saya kosong, tidak bisa mikir apa-apa lagi. Ngeri, iya seperti itu (merasa dicari-cari orang sekampung),” Safar menambahkan lagi.

Empat tersangka digiring masuk kembali ke dalam sel tahanan Polsek Loa Janan, Sabtu 15 Juli 2023 (niaga.asia/Saud Rosadi)

Akhirnya Safar dinasihati sang istri yang baru dia nikahi tujuh bulan lalu.

Nyerahkan diri saja sudah, tidak usah lari, tidak usah takut,” sebut Safar menirukan perkataan istrinya.

Sebelum kejadian itu, Safar dan ketiga temannya dari Samarinda hanya ingin nongkrong di Rumah Makan Tahu Sumedang di jalan poros Samarinda-Balikpapan. Meski dari keinginan itu akhirnya membawa keempat anak motor itu ke dalam penjara.

“Dari Samarinda jam 10 pagi, sampai sekitar jam 4.30 sore, balik pulang ke Samarinda,” demikian Safar.

Penulis: Saud Rosadi | Editor: Saud Rosadi

Tag: