Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi M Ishak (foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Dinkes Kaltim kembali mengingatkan pentingnya melakukan physical distancing ketat. Sebab di Balikpapan, penularan virus Corona (Covid-19) yang terjadi antarwarga dalam satu kota atau wilayah, yang disebut transmisi lokal, semakin terlihat.

Kota Balikpapan, tercatat memiliki kasus positif Covid-19 hingga 15 kasus. Menilik 3 kasus positif per hari Selasa (31/3) kemarin, dua diantaranya adalah pasien yang kesehariannya hanya di rumah.

Berikut rincian ketiga kasus itu seperti disampaikan Plt Kadinkes Kaltim Andi M Ishak, saat konferensi pers di kantornya, Rabu (1/4) :

1. Pasien Balikpapan 13 Laki-laki (50 tahun)

Riwayat pasien diketahui usai melakukan perjalanan dari Tasikmalaya, Jawa Barat pada 6-8 Maret 2020 untuk menghadiri acara keluarga.

8 Maret : Pulang ke Balikpapan
9-19 Maret : Masuk kerja seperti biasa tanpa keluhan
19 Maret : Muncul keluhan demam
20 Maret : Istirahat, tidak masuk kerja
21 Maret : Berobat ke rumah sakit, dinyatakam ODP dan isolasi mandiri
23 Maret : Demam tinggi
26 Maret : Terjadi perburukan dan diisolasi sebagai PDP
27 Maret : Pengambilannawab
31 Maret : Hasil lab positif dan kondisi membaik.

2. Pasien Balikpapan 14 Laki-laki (26 tahun)

Riwayat pasien tidak ada riwayat perjalanan dari daerah terjangkit, hanya bertemu dengan orangtua, yang melakukan perjalanan dari Lampung dan Jakarta.

16-26 Maret : Bekerja seperti biasa
26 Maret : Berobat ke rumah sakit sebagai PDP dan disolasi
31 Maret : Positif Covid-19

3. Pasien Balikpapan 15 Laki-laki (65 tahun)

Tidak memiliki riwayat jalan keluar Kaltim, dan tidak jelas riwayat kontak dengan siapa saja.

17 Maret : Mengalami demam
28 Maret : Berobat ke rumah sakit, dan masuk isolasi setelah hambar thoraks terdapat pneumonia sebagai ciri Covid-19
31 Maret : Positif terjangkit Covid-19

“Dengan begini, semakin memperlihatkan, transmisi lokal semakin nyata terjadi di Balikpapan. Beberapa kasus, tanpa ada perjalanan dari luar. Kontak juga tidak ada dari yang terkonfirmasi positif,” kata Ishak.

“Di Kaltim, utamanya kasus positif dari daerah terjangkit dan punya kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi positif,” demikian Ishak. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *