Ax
Rima Agristina (kiri) dan Elfrida saat memberikan penjelasan kepada wartawan, di Ballroom Hotel Aston Samarinda, Sabtu (6/4) malam. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Ancaman disintegrasi bangsa, patut diwaspadai belakangan ini. Pemahaman ideologi Pancasila, mesti harus terus dibina, dan diperkuat hingga di lapisan paling bawah, dengan membangun semangat gotong royong, sebagai cerminan Pancasila.

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP-RI), menggelar saling silang saran dari berbagai pihak, mulai dari Pemda, media, hingga berbagai elemen masyarakat. Di Samarinda, kegiatan BPIP digelar dua hari pada 6-7 April 2019.

“Kita berembug, melakukan aksi nyata di lapangan. Bisa dalam bentuk kegiatan lingkungan, membangun toleransi, hingga membantu kebencanaan. Kita coba pertemukan banyak pihak, agar jalan bareng. Bangun jejaring dan bersinergi,” kata Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi, Rima Agristina, ditemui di lokasi kegiatan, di Ballroom Hotel Aston, Jalan Pangeran Hidayatullah, Samarinda, Sabtu (6/4) malam.

 

Suasana kegiatan BPIP di Ballroom Hotel Aston Samarinda (foto : Niaga Asia)

Semangat gotong royong di Kalimantan Timur, menurut Rima, sudah tergambar cukup bagus. Misalnya, terkait lingkungan, Pemda sudah menerapkan penggunaan sampah kantong plastik.

“Di Kaltim, toleransi sudah bagus. Giat bersama-sama, tidak melihat perbedaan. Kami baru, sedang membangu jaringan di Kaltim. Kemarin, kita perkuat Jakarta, kemudian Sumatera Utara, baru sekarang di Kaltim. Arahnya, sinergi stakeholder,” ungkap Rima.

Rima menjelaskan, kegiatan seperti ini, nantinya akan dilakukan di tiap pulau, tiap provinsi, untuk melaksanakan pembinaan ideologi Pancasila. “Kita juga bawa diantaranya, komunitas purna Paskibraka. Semangat gotong royong menjaga dan merawat nilai Pancasila, tidak pandang siapapun. Inilah letak gotong royongnya,” terang Rima.

Di kesempatan yang sama, Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerjasama Elfrida Herawati Siregar menjelaskan, BPIP sedang membangun jejaring Pancahelix, untuk merawat dan membina nilai Pancasila.

Sekadar diketahui, unsur-unsur yang masuk dalam Pancahelix itu adalah pemerintah, pelaku wisata, akademisi, elemen masyarakat, hingga media massa. “Kami bentuk jejaring Pancaheliks. Kita bawa Pemda, swasta, pelaku industri utama, perguruan tinggi, dan media utk mengaktualisasi ideologi Pancasila,” kata Elfrida.

“Pendekatan kita, sekarang kan banyak pengaruh dari luar, banyak yang mengancam disintegrasi bangsa. Misalnya, ketika berpendapat tidak memperhatikam keberagaman. BPIP ingin kekuatan luar itu, kita hadapi dari dalam, dengam cara semangat gotong royong,” terang Elfrida.

“Budaya luar, budaya asing tidak bisa dilarang. Tapi, semestimya itu sesuai dengan nilai luhur Pancasila, sebagai ideologi bangsa,” sebut Rima menambahkan. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *