aa
Didampingi Kepala Dinas Kominfo Samarinda, Ahi Syarif Hidayatullah dan Sekretaris PWI Kaltim, Wiwid Marhaendrawijaya, Wakil Walikota Samarinda, Muhammad Barkati mengajak warga mencintai kota Samarinda. (Foto Intoniswan/Niaga.Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Wakil Walikota Samarinda, Muhammad Barkati minta warga Samarinda jangan seperti orang numpang tidur saja di Samarinda, tidak mencintai Samarinda dan tidak pula menjaganya agar menjadi kota yang nyaman.

“Cintailah kota Samarinda. Jangan hanya KTP-nya Samarinda, tapi memposisikan diri seperti anak kos, atau seperti orang numpang tidur,” kata Barkati menjawab pertanyaan wartawan dalam acara coffe morning di ruang Commando Center Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda, Rabu (11/9/2019) siang.

Menurut Barkati, agar terwujud kota yang nyaman, penataan kota akan terus dilakukan. Dalam hal ini pemerintah kota memerlukan dukungan masyarakat. “Marilah kita sama-sama  mencintai Samarinda, menjaga kota seperti rumah sendiri,” ujarnya.

Penataan berkelanjutan

Wawali juga mengingatkan warga bahwa penataan kota Samarinda akan dilakukan berkelanjutan untuk kenyamanan bersama. Setelah penataan lingkungan di Polder Air Hitam, dilanjutkan ke lingkungan GOR Segiri, dan bantaran Sungai Karang Mumus segmen Pasar Segiri.

aa
Wakil Walikota Samarinda, Muhammad Barkati. (Foto Intoniswan/Niaga.Asia)

Penataan tidak sama dengan menggusur, sebab, pemerintah akan memberi ruang kembali kepada warga melakukan usaha di ruang publik tersebut, tapi lebih beraturan, lebih rapi dan nyaman. Sekarang ini yang banyak terjadi, fasilitas umum, atau ruang publik dijadikan tempat berusaha, tapi lama-lama dijadikan pula tempat tinggal, sehingga jadi kumuh.

“Kondisi demikian kita temukan di Polder Air Hitam, makanya dibersihkan dulu. Hal yang sama juga dilihat di GOR Segiri. Kondisi demikian tidak bisa dibiarkan,” kata Barkati yang resmi menjadi wakil walikota terhitung sejak 15 Agustus lalu.

Tentang penataan sungai Karang Mumus, dikatakan wawali, fokusnya di segmen Pasar Segiri. Mulai dari Gang Nibung sampai ke jembatan Jalan Perniagaan. Ratusan rumah di atas sungai dan bantaran sungai harus dibongkar. Sebagian dibongkar tanpa diberikan ganti rugi, tapi sebagian harus diberikan ganti rugi.

“Besaran ganti rugi terhadap bangunan yang harus dibongkar akan dihitung pihak apprasial resmi. Memang perlu waktu, tapi akan dilakukan penataan di segmen Pasar Segiri itu,” kata Barkati. (001)

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *