Webinar Hari Batik Nasional di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, Senin (5/10). (Foto : handout/Dinas Perindustrian)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Dinas Perindustrian Kota Samarinda, menggelar webinar Hari Batik Nasional, Senin (5/10) kemarin. Produk Batik Samarinda, punya potensi pasar besar meski saat ini berada di tengah pandemi Covid-19.

Webinar diawali sambutan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang, yang diwakili Sekretaris Daerah Sugeng Chairuddin. Turut hadir dalam webinar, adalah Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, tidak terkecuali Ketua Dekranasda Provinsi Kaltim Norbaiti Isran Noor.

“Terima kasih kepada semua narasumber ibu Norbaiti Isran Noor, ibu Puji Setyowati, ibu Fanti dan Bapak Sony Muchlison, yang sudah memberikan pencerahan kepada kita semua perihal pengembangan batik di Samarinda, dan Kaltim umumnya,” kata Kepala Dinas Perindustrian Kota Samarinda Muhammad Faisal, yang juga Ketua Harian Dekranasda Kota Samarinda, melalui keterangan tertulis, Selasa (6/10).

Faisal juga menyampaikan permohonan maaf, setelah sempat terjadi gangguan kecil selama berlangsungnya webinar. Tentu, lanjut Faisal, kejadian itu tidak disengaja.

“Sempat padam listrik beberapa saat tadi dan miskomunikasi beberapa hal. Untuk itu kami mohon maaf. Namun bangga juga dari yang bertanya via chat Zoom, da yang berasal dari Jakarta, Sambas, Banjar dan beberapa kota di Kaltim, yang menandakan webinar ini menarik perhatian masyarakat,” ujar Faisal.

Diterangkan Faisal, satu hal yang patut membuat semua pihak optimistis terhadap perkembangan batik di Samarinda, adalah ketika semua narasumber sependapat bahwa potensi batik di Samarinda luar biasa, dan mempunyai prospek yang bagus di masa yang akan datang.

“Menurut Ibu Puji tadi kan, sekarang kita mulai mengidentifikasi lagi para pengrajin batik tulis di Samarinda. Untuk kemudian dibina, dan dikembangkan, sehingga nantinya Samarinda punya dua kain unggulan yakni kain sarung tenun samarinda dan kain batik Samarinda. Tidak lengkap kalau datang ke kota Tepian, tanpa membawa pulang salah satu kain tersebut,” ujar Faisal, mengutip pernyataan Puji Setyowati, yang juga Ketua Dekranasda Kota Samarinda.

Melalui kesempatan Webinar Pesona Batik Kalimantan Timur, di Aula Rumah Jabatan Wali Kota itu, turut diserahkan bantuan “Tanda Hati”, bagi para pengrajin batik tulis di kota Samarinda, yang lakukan secara simbolis oleh Sugeng Chairuddin.

“Tadi juga sudah diserahkan secara simbolis bantuan dari pemerintah kota Samarinda melalui anggaran Dinas Perindustrian, untuk para pengrajin batik tulis kita. Berupa paket membatik yang berisi satu kotak canting listrik berbagai ukuran, rinjing dan kompor listrik,” ucap Faisal.

“Alhamdullillah telah hadir tadi beberapa pengrajin batik tulis seperti Ibu Silvi dari Atiqna Batik, Ibu Lilis dari Lilis Batik, Ibu Nur dari Nur Batik, Ibu Desy dari Putri Syafril Batik. Dan, yang baru melaunching beberapa hari yang lalu, Kelompok Kampung Batik Tani Aman, juga kami berikan bantuan paket membatik ini sebagai tanda hati perhatian pemerintah,” lanjut Faisal.

Selain itu, juga diserahkan bantuan bahan manik untuk para pengrajin manik. “Kami satukan bersamaan, karena mereka juga adalah kelompok binaan Dekranasda Kota Samarinda,” terang Faisal.

“Ada 15 paket yang kami berikan tahun ini. Hari ini tadi diserahkan secara simbolis kepada 4 orang pengrajin manik saja. Mudahan ini juga bisa membantu terutama di saat pandemi corona sekarang ini,” demikian Faisal. (*/006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *