ilustrasi

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Camat Sanga Sanga, Gunawan membenarkan bahwa, hari Minggu (22/3/2020) petugas kesehatan dari Puskesmas mendatangi rumah salah seorang tokoh agama di Sanga Sanga untuk diperiksa kesehatannya.

“Tidak benar dijemput paksa, tapi petugas kesehatan yang datang ke rumah yang bersangkutan,” kata Gunawan, Minggu (22/3/2020) malam  melalui pesan WhatsApp menanggapi berita Niaga.Asia dengan judul “Tracing, Gugus Tugas Covid-19 Kukar Jemput Paksa Tokoh Agama di Sanga-Sanga”.

baca juga:

Tracing, Gugus Tugas Covid-19 Kukar Jemput Paksa Tokoh Agama di Sanga-Sanga

Menurut Gunawan, berdasarkan hasil pemeriksaan petugas Puskesmas, kondisi tokoh agama tersebut sampai Minggu sore (22/3/2020) baik-baik saja. “Petugas kami terus memantau dan berkomunikasi dengan yang bersangkutan,” terangnya.

Camat Sanga-Sanga, Gunawan. (foto Ist)

Tentang sampel apa yang diambil petugas kesehatan dari tokoh agama tersebut untuk diperiksakan ke laboratorium, tidak menerangkan, tapi menjelaskan aman.

“Aman,” kata Gunawan.

Sementara itu Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kaltim, Plt Dinas  Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Andi M Ishak kepada Niaga.Asia tidak menerangkan tracing yang dilakukan kepada orang-orang dari kaltim menjadi peserta  di Acara Persidangan Sinode Tahunan GPIB 2020  yang diselenggarakan dari 26 Februari 2020 sampai 29 Februari 2020 di Bogor.

“Berdasarkan konfirmasi dari RSUD AM Parikesit Tenggarong, satu pasien Covid-19, kondisinya stabil  dan baik,” kata Andi M Ishak.

Ada 12 Orang

                Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan Niaga.Asia utusan dari Kabupaten Kutai Kartanegara yang hadir di di Acara Persidangan Sinode Tahunan GPIB 2020  yang diselenggarakan dari 26 Februari 2020 sampai 29 Februari 2020 di Bogor berjumlah 12 orang. Rinciannya, dari Tenggarong 5 orang (1 orang diantaranya dari Kutim), Loa Janan 2 orang, Maluhu 1 orang, Handil 1 orang, Marangkayu 2 orang, dan dari Sanga-Sanga 1 orang.

Seusai pertemuan di Bogor, Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Majelis Sinode meminta peserta Persidangan Sinode Tahunan GPIB 2020 di Bogor yang tidak sehat agar segera memeriksakan diri.

Imbauan itu tertuang dalam surat edaran bernomor 9456/III-20/MS.XX tertanggal 13 Maret 2020. GPIB Majelis Sinode mengimbau peserta mengecek kesehatan sebagai langkah preventif. Sebab, di dalam surat itu disebutkan sejumlah peserta merasa kurang sehat seusai acara.

“Untuk menjaga hal-hal yang tidak kita kehendaki bersama, maka Majelis Sinode sesuai imbauan pemerintah, meminta agar para peserta yang merasa tidak sehat antara lain mengalami demam, batuk/pilek/nyeri tenggorokan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan di daerahnya, dan beristirahat di rumah masing-masing,” seperti tertulis dalam surat tersebut. (001)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *