Penjelasan BKSDA Kaltim Soal Orangutan Nyasar di Muara Komam Terlihat Jinak

Orangutan yang nyasar di Desa Lusan di Muara Komam, Senin (7/6). (Foto : tangkapan layar)

TANAH GROGOT.NIAGA.ASIA – Tim BKSDA Kalimantan Timur bersama Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) masih berada di Desa Lusan, kecamatan Muara Komam, kabupaten Paser. Mereka menjelaskan soal perilaku Orangutan yang nyasar ke permukiman dan terlihat jinak.

Tim gabungan berada di desa itu sejak Selasa (8/6) lalu. Perjalanan menuju ke desa itu, tidaklah mudah.

“Begitu dapat kabar itu, akhirnya tim sampai di lokasi di Desa Lusan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKSDA Kalimantan Timur Nur Patria Kurniawan, dikonfirmasi Niaga Asia, Kamis (10/6).

Di desa itu, tim lebih memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pola perilaku Orangutan.

“Kami berikan edukasi. Kalau ketemu agar tidak memberikan makan, ataupun menuntun jalan. Karena dengan begitu, kemungkinan kedepannya Orangutan itu bisa kembali lagi,” ujar Patria.

Desa Lusan, lanjut Patria, dikelilingi hutan lebat dan memang berbatasan dengan dua provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Tim di lapangan pun menyampaikan hasil observasi sementara. Kendati demikian, Patria sempat heran melihat perilaku jinak Orangutan itu bertemu warga desa setempat.

“Penjelasan tim yang saya terima, bahwa itu Orangutan liar dan berkelamin jantan. Hanya, itu Orangutan tua berusia di atas 15 tahun. Maka dari itu, dia berjalan di bawah tidak di atas pohon,” ungkap Patria.

Berita terkait :

Orangutan Nyasar ke Permukiman Desa di Muara Komam, Begini Kronologinya

Orangutan tua sendiri, memiliki perilaku menyendiri atau disebut soliter. “Dia berjalan sendiri mencari makan di bawah, terus berjalan. Ya kemungkinan dia kesulitan mencari makan karena tidak kuat lagi di pohon,” terang Satria.

Sampai dengan pukul 14.30 WITA siang ini, Orangutan berbadan cukup besar itu tidak lagi memperlihatkan tanda-tanda keluar habitatnya di hutan untuk mencari makan.

“Kalau memang kembali keluar hutan, tim sudah siap untuk mengamankan dan membawanya ke pusat rehabilitasi Orangutan di BOSF Samboja Lestari untuk diobservasi,” jelas Satria.

Namun demikian, berbeda halnya ketika memang Orangutan itu terlihat tidak keluar lagi dari habitatnya.

“Keberadaan tim di lokasi untuk benar-benar memastikan bahwa Orangutan itu tidak keluar lagi. Untuk itu saya minta bertahan sampai Jumat (11/6) besok. Artinya sampai besok, tim 4 hari melakukan pengamatan di lokasi bertujuan untuk melakukan proses evakuasi,” demikian Patria.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *